 |
| Photo Ilustrasi |
Jayapura Minggu, 14/04/13,
Saya kebetulan berada dibelakang Taman budaya Prov. Papua Expo Waena, sekitar
jam 14.30, kebetulan daerah itu ada 4 cabang badar Togel (Penjualnya Kupon 3
wanita dan 1 pria), ketika itu saya melihat beberapa orang membeli togel dan
semakin lama banyak juga yang datang membeli.
Tiba-tiba ada mobil avanza
berwarna silver dengan nomor polisi DS 7191AQ melintasi tempat jual togel,
setelah berhenti ada 3 anggota Polisi yang turun dari mobil tersebut. kemudian
mereka bernego dan bicara bersama para penjual togel. saya perhatikan seksama
semua pembicaraan mereka dari awal sampai akhir.
Pertama salah satu anggota
Polisi berpakaian Dinas, jeket hitam, mangatakan kami dari Polda Papua, kami
datang seperti biasa kami tagi, berikan kami uang bensin! katanya, putukan
pembicaraan dia (polisi), seorang ibu yang juga penjual togel mengatakan "
kami biasa bayar dari pos polisi depan orangnya kami kenal katanya, terus kamu
dari mana tanya?. Polisi menjawab di depan itu lain! karena mereka dari Polres
Abepura! kami ini dari polda Papua uang yang ada kasih saja perbandar Rp.200.
000 ya! katanya.
Setelah itu, ibu itu katanya okelah mari teman-teman
sumbang Rp.200.000, katanya. dan lansung berikan uang dari empat badar dengan
jumlah Rp. 800.000. lalu 3 polisi langsung masuk dalam mobil dan menuju keluar
dan sambil menutup pintu mobil, satu anggota polisi berkata terima kasih kami
harus lanjut ke arah sentani dengan tujuan yang sama, katanya.
Tidak lama setelah 5 menit 2
polisi dan senjata lengkat dengan seragam
menggunakan 1 Motor melintas dengan tujuan yang sama. namun kehadiran 2
anggota ini di protes oleh 2 ibu dengan nada tegas berkata, kami sudah bayar
tadi! ada tiga polisi dari polda yang kami bayar katanya, terus langsung satu
polisi ini menjawab apakah kamu sudah lihta logo di lengan itu tulisan polda
papua ka! tanya.. ibu satu langsung menjawab kami tidak perhatikan, tapi
intinya kami sudah bayar ko! untuk apa kita bayar lagi bos bandar kami juga
sudah biasa bayar di polda, polres dan polsek AB bahkan di sentani juga dia
bayar ko katanya dengan marah-marah.
Tidak lama masih dalam
pembicaraan antara polisi dan penjual togel langsung ada mobil patroli Blakos
(Belakan Kosong) melintas (maaf tidak sempat hafal DS mobil),
sepertinya mereka sama-sama namun 2 anggota yang mampir duluan dan dalam mobil
blakos itu ada 4 anggota dengan tujuan yang sama juga. namun ibu-ibu penjual
togel yang asli wamena ini agak keras dan mereka marah-marah sama anggota
polisi ini. Akhirnya polisi langsung menyarankan kepada penjual togel bahwa
kalau ada yang datang tagih nanti bilang ya.. lihat mereka apakah di lengan itu
ada logo polda atau tidak katany, biar sudah kami jalan dulu karena untuk hari
ini orang sudah datang tagi dan nanti kami lain kali saja katanya sambil menuju
ke mobil blakos itu.
Mungkin ini kejadian yang
sering terjadi, katanyaibu itu ya kami
biasa berikan kepada mereka karena hal ini sudah biasa katanya, kami tahu bos
kami sudah bayar juga tapi dari pada masalah sudah kami kasih saja katanya
dengan satai sambil menulis angka togel yang orang membeli.
Terima kasih, ini yang saya
lihat dan menyaksikan.. mohon di publikasikan karena ada oknum-oknum polisi
yang selalu menggunakan alat negara demi perut dan kepentingan pribadi serta
seya berfikir bahwa penjudi togel di jayapura bahkan di papua telah di
lindunggi oleh anngota polisi di papua, yang seharusnya polisi mempunyai tugas
untuk membersihkan judi-judi yang memeras uang rakyat.
Laporan Dari : Turius Wenda (warga Expo anjungan jaya
wijaya) - Twitter : @TuriusWenda