Rakya Maori di New Zealand untuk mendukung perjuangan Rakyat Papua Barat

Sebuah aksi intervensi masyarakat Maori di New Zealand untuk mendukung perjuangan Rakyat Papua Barat dilakukan ditengah Festival Pasifika di Auckland..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan

13 Mei 2013

Ini Fhoto dan Kronologis Penangkapan Victor Yeimo Bersama 3 Aktivis

Ketua KNPB Victor Yeimo Orasi Sebelum ditangkap Polisi
Jayapura— Empat aktivis Papua yang ditangkap aparat keamanan adalah Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Viktor Yeimo, Sekertaris West Papua National Authorithy (WPNA), Marthen Manggaprou,  Yongky Ulimpa (23), Mahasiswa Universitas Cenderawasih, dan Elly Kobak (17), Mahasiswa Universitas Cenderawasih. 

Keempat aktivis tersebut ditangkap tepat di depan pintu Gerbang Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) baru, Perumnas III, Waena, Papua, pada Senin (13/5/2013), sekitar pukul 10.30 Waktu Papua. 
Rocky Wim Medlama, Juru Bicara (Jubir) KNPB menjelaskan, “Awalnya, sekitar pukul 09.30 Waktu Papua, kami bersama dengan kawan-kawan dari Badan Eksekutif Mahasiswa  Uncen melakukan pemalangan kampus, dan melakukan orasi-orasi Politik di depan pintu Gerbang kampus.”

Aparat Kepolisian Resort Kota Jayapura, yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Jayapura, AKBP Alfred Papare, kemudian mendatangi lokasi mahasiswa menyampaikan orasi-orasi Politik.

“Termasuk ada aparat Brimob dari Polda Papua, yang dibantu oleh aparat Pengendali Masyarakat (Dalmas). Mereka turun dengan kekuatan penuh, kemudian memblokade jalan dengan mobil Polisi, truck, hingga motor-motor milik aparat kepolisian,” cerita Medlama.

Kemudian, Medlama bersama beberapa pimpinan aksi melakukan negosiasi dengan Kapolresta Jayapura agar mereka dapat diijinkan melaksanakan aksi long march, dengan jaminan keamanan akan dijaga oleh massa aksi.

“Kapolresta tidak mengijinkan demo, sehingga massa diangkut dengan dua truck menuju Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk menyampaikan sikap dan tuntutan di Kantor MRP. Mobil komando juga ikut dalam rombongan terebut,” cerita Medlama.

Dalam negosiasi, aparat juga meminta agar motor tidak mendahului mobil komando, namun berada di belakang. “Kami jalan sesuai dengan kesepakatan, walau kami rasa ini benar-benar suatu ancaman untuk kami,” kata Medlama.

Namun, dalam dalam perjalanan, sekitar pukul 10.30 Waktu Papua, beberapa massa aksi yang tidak ikut saat dilangsungkan negosiasi berjalan mendahului mobil komanda, ‘Saat itulah aparat bertindak membubarkan massa aksi, menabrak beberapa motor, termasuk menangkap empat aktivis Papua termasuk Ketua Umum KNPB,” ujar Medlama.

“Mereka yang ditangkap dipukul, ditampar, dan diangkut naik ke mobil, kami semua yang ada disitu melihat perlakukan aparat keamanan terhadap keempat rekan kami,” kata Wim.

Beberapa truck Dalmas dan Brimob yang berada dibelakang mobil komando kemudian melaju kedepan, menabrak  beberapa motor, dan beberapa massa aksi juga jatuh, dan saat itu aparat turun dan melakukan pemukulan, penangkapan, hingga melakukan tindakan brutal lainnya.

“Ada satu massa aksi yang tangan patah, yakni Markus Giban, mahasiswa Uncen, saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Abepura, dan beberapa lagi menderita luka parah karena dipukul,” ujar Medlama.
Hingga berita ini diturunkan, keempat aktivis itu masih ditahan oleh Kepolisian Daerah Papua.

“Tiga aktivis Papua, yakni, Marthen Manggaprou,  Yongky Ulimpa, dan Elly Kobak ditahan di Polda Papua. Sementara ketua KNPB sudah dibawah ke Lembaga Pemasyarkatan Abepura, sekitar pukul 18.30 Wakut Papua,” ujar Medlama.

ARNOLD BELAU - Suara Papua

 Photo Kronologis Penangkapan (knpb photo)















 

12 Mei 2013

Jayapura, Empat Aktivis Papua Kembali Ditangkap Polisi

Polisi Bersiaga expo waena jayapura/phot0 SP
PAPUAN, Jayapura — Siang tadi, Senin (13/5/2013), sekitar pukul 10.30 Wit, empat orang aktivis Papua kembali ditangkap aparat Kepolisian Resort Kota Jayapura, saat akan melakukan long march ke Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kotaraja, Jayapura, Papua.

Keempat orang yang ditangkap adalah Yongky Ulimpa (23) mahasiswa, Ely Kobak (17) mahasiswa, Marten Manggaprouw (30) aktivis West Papua National Authority (WPNA), dan Victor F Yeimo (30), Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB). 

“Benar, aparat tadi menangkap empat orang di Perumnas III, dekat putaran taxi. Aparat turun dengan truck Polisi, menabrak dan merusak beberapa motor juga, kemudian menangkap mereka. Saat ini mereka sedang dibawah ke Polda Papua. Kami mohon advokasi,” ujar Wim Medlama, Jubir KNPB, ketika dihubungi suarapapua.com, siang.

Menurut Medlama, aparat sudah menghalau massa aksi saat sedang orasi di depan Gapura kampus Universitas Cendrawasih Papua, ketka massa long march sekitar 100 meter dari Gapura Uncen, aparat kemudian melakukan penghadangan, disertai pemukulan dan penangkapan secara brutal.

“Kami mau ke MRP untuk meminta pertanggung jawaban pemerintah dan aparat keamanan terkait korban tewas di seluruh tanah Papua, terutama yang terjadi di Aimas, Sorong, pada saat demo hari integrasi Papua tanggal 1 Mei 2013 lalu,” kata Medlama.

Wartawan suarapapua.com di Jayapura, Arnol Belau melaporkan, aparat dengan truck Polisi, beberapa mobil panser dan water canon, serta motor-motor Polisi terus menjaga seluruh sudut-sudut kota Jayapura untuk membatalkan rencana aksi yang dilakukan massa rakyat Papua.

Sampai berita ini diturunkan, situasi Jayapura dan sekitarnya masih tegang. Aparat berencana membatalkan aksi demo damai yang digelar massa rakyat Papua.

Kabid Humas Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta, S.Ik, ketka dihubungi media ini mengaku belum mendapatkan informasi lengkap dari lapangan.

“Tunggu saya cek dulu yah,” tulis Kabid Humas singkat melalui sambungan telepon selulernya dari Jayapura, Papua.

OKTOVIANUS POGAU - Suara Papua

22 April 2013

Polisi Menagih Warga Penjual Togel Di Expo Waena

Photo Ilustrasi
Jayapura Minggu, 14/04/13, Saya kebetulan berada dibelakang Taman budaya Prov. Papua Expo Waena, sekitar jam 14.30, kebetulan daerah itu ada 4 cabang badar Togel (Penjualnya Kupon 3 wanita dan 1 pria), ketika itu saya melihat beberapa orang membeli togel dan semakin lama banyak juga yang datang membeli.

Tiba-tiba ada mobil avanza berwarna silver dengan nomor polisi DS 7191AQ melintasi tempat jual togel, setelah berhenti ada 3 anggota Polisi yang turun dari mobil tersebut. kemudian mereka bernego dan bicara bersama para penjual togel. saya perhatikan seksama semua pembicaraan mereka dari awal sampai akhir.

Pertama salah satu anggota Polisi berpakaian Dinas, jeket hitam, mangatakan kami dari Polda Papua, kami datang seperti biasa kami tagi, berikan kami uang bensin! katanya, putukan pembicaraan dia (polisi), seorang ibu yang juga penjual togel mengatakan " kami biasa bayar dari pos polisi depan orangnya kami kenal katanya, terus kamu dari mana tanya?. Polisi menjawab di depan itu lain! karena mereka dari Polres Abepura! kami ini dari polda Papua uang yang ada kasih saja perbandar Rp.200. 000 ya! katanya.

Setelah itu,  ibu itu katanya okelah mari teman-teman sumbang Rp.200.000, katanya. dan lansung berikan uang dari empat badar dengan jumlah Rp. 800.000. lalu 3 polisi langsung masuk dalam mobil dan menuju keluar dan sambil menutup pintu mobil, satu anggota polisi berkata terima kasih kami harus lanjut ke arah sentani dengan tujuan yang sama, katanya.

Tidak lama setelah 5 menit 2 polisi dan senjata lengkat dengan seragam  menggunakan 1 Motor melintas dengan tujuan yang sama. namun kehadiran 2 anggota ini di protes oleh 2 ibu dengan nada tegas berkata, kami sudah bayar tadi! ada tiga polisi dari polda yang kami bayar katanya, terus langsung satu polisi ini menjawab apakah kamu sudah lihta logo di lengan itu tulisan polda papua ka! tanya.. ibu satu langsung menjawab kami tidak perhatikan, tapi intinya kami sudah bayar ko! untuk apa kita bayar lagi bos bandar kami juga sudah biasa bayar di polda, polres dan polsek AB bahkan di sentani juga dia bayar ko katanya dengan marah-marah.

Tidak lama masih dalam pembicaraan antara polisi dan penjual togel langsung ada mobil patroli Blakos (Belakan Kosong) melintas (maaf tidak sempat hafal DS mobil), sepertinya mereka sama-sama namun 2 anggota yang mampir duluan dan dalam mobil blakos itu ada 4 anggota dengan tujuan yang sama juga. namun ibu-ibu penjual togel yang asli wamena ini agak keras dan mereka marah-marah sama anggota polisi ini. Akhirnya polisi langsung menyarankan kepada penjual togel bahwa kalau ada yang datang tagih nanti bilang ya.. lihat mereka apakah di lengan itu ada logo polda atau tidak katany, biar sudah kami jalan dulu karena untuk hari ini orang sudah datang tagi dan nanti kami lain kali saja katanya sambil menuju ke mobil blakos itu.

Mungkin ini kejadian yang sering terjadi, katanyaibu itu  ya kami biasa berikan kepada mereka karena hal ini sudah biasa katanya, kami tahu bos kami sudah bayar juga tapi dari pada masalah sudah kami kasih saja katanya dengan satai sambil menulis angka togel yang orang membeli.

Terima kasih, ini yang saya lihat dan menyaksikan.. mohon di publikasikan karena ada oknum-oknum polisi yang selalu menggunakan alat negara demi perut dan kepentingan pribadi serta seya berfikir bahwa penjudi togel di jayapura bahkan di papua telah di lindunggi oleh anngota polisi di papua, yang seharusnya polisi mempunyai tugas untuk membersihkan judi-judi yang memeras uang rakyat.

Laporan Dari       : Turius Wenda (warga Expo anjungan jaya wijaya) - Twitter : @TuriusWenda
More on this category »