Rakya Maori di New Zealand untuk mendukung perjuangan Rakyat Papua Barat

Sebuah aksi intervensi masyarakat Maori di New Zealand untuk mendukung perjuangan Rakyat Papua Barat dilakukan ditengah Festival Pasifika di Auckland..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

14 November 2013

Penulis Novel Pertama Perempuan Papua Luncurkan 2 Novel

Aprila R. A Wayar
Jayapura, Salah satu perempuan Papua bernama Aprila R. A Wayar yang juga hari-harinya menjadi seorang jurnalis pada tabloidjubi.com berhasil melucurkan dua buah novel masing-masing “Mawar Tanpa Akar” dan “Dua Perempuan”. Pada peluncuran kedua novel ini hadir pula Dr. Benny Giay serta ibu Bernarda Meteray di cafe rempah-rempah, Sabtu (9/11/13) Abepura, Jayapura, Papua.

Sela-sela peluncuran, Benny Giay memberikan apresiasi kepada penulis dan merasa bangga atas keberhasilan seorang Perempuan Papua dengan kedua novel yang berhasil Ia tulis dan diluncurkan pada saat yang bersamaan. “Saya bangga, saya mengucapkan selamat kepada Aprila, mengucapkan selamat kepada perempuan Papua yang punya potensi dan saya sangat kagum dengan ini.

Banyak perempuan lain juga bisa menulis, jangan khawatir, dengan menulis kita bisa tahu bagaimana dengan orang lain. Mawar Hitam akan memberikan motivasi bagi kita laki-laki dan perempuan Papua untuk kita bisa hidup damai di tanah Papua,” ungkapnya. “Dalam semangat membangun peradaban, saya menggunting pita Aprila, tanda kita menyaksikan peristiwa kecil dalam membangun peradaban di Papua,” tutur Benny Giyai, Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Papua ketika menggunting pita. Sementara itu, Ibu Bernarda Materay mewakili perempuan berharap dua novel hasil karya perempuan Papua memberikan manfaat bagi para pembaca.

“Saya mewakili perempuan Papua mengharapkan karya perempuan Papua ini bermanfaat bagi kita semua.” “Pertama mengapa novel biasa ada dan di launching hari ini? Teman-teman media melucurkan buku ini penantian panjang kurun waktu yang lama 8 bulan total waktu saya proses penulis novel mawar hitam ketika 2007 selesai septer skertaris menerbitkan novel Mawar Hitam sebanyak 3000 terikat kontrak dengan Foker harus dengan pihak penerbit yang baik saya menulis hari ini, menulis berita hari-hari kalau tidak terbiasa di Forum Mahasiswa Papua (Formapa) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) di Jogja. Mereka teman-teman baik.

Menulis mengobati luka batin dan saya bisa maafkan, dua perempuan tim kajian pembangunan 8 bulan refleksi jurnalis perempuan dan saya persembahakan kepada tablod jubi di Jayapura,” kata panulis mengenang. Masih dari penulis, “Kedu novel dilaunching luar biasa acara launching hari ni kita lihat jurnalis-jurnalis dan novelis dua dua kerja bakti tergantung pada hati kita. Saya membuktikan eksitensi perempuan Papua ketika novel saya menghantarkan saya hadir orang Papua yang menulis saya tidak mendapat suport dari siapa pun.”

“Diskusi dengan penulisan sebuah karya, novel dari aprilia dapat edisi pertama kemarin saat saya lihat, ingat beberapa novel yang saya baca bersejarah enjel esailen sepi hending tentang bagaimana abad ke 15 pegita injil di banenultai dai gambarkan bagus novel terbaik semua orang tidak suka perbudakan. Kapan orang Papua bisa menulis negara membungkam penulis.

Penulis Papua lahir dari budaya Papua yang lisan dan lahir dengan situasi yang dibungkam melalui hadir buku ini melawan rasisme Indonesia, Persipura, lagu lagu dan yel yel rasis kamu kalah tho, ade ko perintis sesuatu yang baru,” tutur Benny Giyai semangat.

Setelah membaca tulisan generasi muda Papua sering mengikuti mengembangkan Papua yang lebih bermatabat, Papua baru kalangan masyarakat, mahasiswa berfikir kita bisa membangun Papua tanpa Indonesia, tidak ada aunsur Indeonesia tetapi apakah kita bisa? “Stop mengisolir diri mahasiswa yang lain DOM di pedalaman berhadapan dengan kekerasan. 
Semua orang Indonesia itu jahat, apakah semua itu begitu? tidak ada hal baik juga 2 hal bukan hanya kita orang Papua yang melawan system. Munir, George Junus Aditjondro, Johnson Panjaitan adalah kelompok sejalan dengan kitorang.” (BEKO/ Hendrikus Yeimo)

13 November 2013

20 Desember Lima Merlu MSG Kunjungi Papua


MSG 2013
JAYAPURA - Rencana kedatangan 5 Menteri Luar Negeri (Menlu) Melanesian Sparehead Group (MSG) ke Indonesia, khususnya ke Papua tanggal 20 Desember mendatang, disambut baik dan gembira oleh masyarakat asli Papua. Bahkan terkait rencana kedatangan para Menlu MSG ini telah dibentuk panitia penyambutan.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Penyambutan 5 Menlu MSG ke Papua, Pdt. Benny Yantewo, S.Pd.K  ketika menyambangi Redaksi Harian Bintang Papua, Rabu (13/11) kemarin malam sekitar pukul 21.30 WIT.
“Kami dalam hal ini masyarakat asli Papua sangat menyambut dengan gembira dan juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden R.I. SBY, yang mana telah mengambil suatu kebijakan yang sangat luar biasa, yaitu untuk mengundang 5 Menteri Luar Negeri (Menlu) dari MSG untuk berkunjung ke Indonesia, khusunya ke Papua,” katanya yang juga Eks. Ketua Pokja Agama MRP periode 2005 s/d 2010.

Untuk itu, pihaknya dalam hal ini masyarakat asli Papua dalam membantu Pemerintah Pusat yang sudah membuat suatu kebijakan luar biasa itu telah membentuk struktur kepanitiaan penyambutan tersebut.

Ia mengatakan, dalam rangka membantu pemerintah untuk mempersiapkan diri pihaknya juga sudah mempunyai kesiapan lebih awal, yakni telah membentuk panitia penyambutan.

Ia kembali mengatakan, pemerintah pasti sudah mempunyai persiapan yang lebih mantap, tapi pihaknya masih merasa perlu juga mempersiapkan diri secara maksimal karena kehadiran mereka untuk seluruh rakyat diatas Tanah Papua.

Kami minta tolong kepada semua tokoh-tokoh agama, pimpinan gereja dan seluruh ummat Tuhan yang ada di Papua untuk tetap berdoa supaya seluruh proses ini dapat berjalan dengan baik dan aman. Dan, juga kepada seluruh masyarakat asli Papua maupun Non Papua untuk menjaga situasi di lingkungan masing-masing tetap kondusif,” pintanya.

Benny menekankan kepada seluruh kepala daerah baik itu Bupati/Wali Kota se-Tanah Papua agar bisa menfasilitasi dengan dana Otsus tiap-tiap daerah, apabila ada masyarakat yang berkeinginan hadir guna melihat kunjungan atau kedatangan dari 5 Menlu MSG tersebut

Sumber: Bintang Papua

Sejarah Islam Suku Dani di Lembah Baliem Kab. Jayawijaya Wamena Papua

Interaksi Islam dikalangan Suku Dani, Wamena, terjadi pasca integrasi dengan Indonesia pada dekade 1960-an akhir. Mula-mula melalui guru-guru dan transmigrasi yang didatangkan dari Jawa didaerah Sinata (kini Megapura, bagian dari Distrik Assolokobal)

Umum:

Ilustrasi Islam Papua
Berbagai laporan para ahli, Agama Islam lebih awal masuk dan dianut penduduk pribumiPapua. Van der Leeder (1980, 22), Islam masuk di kepulauan Raja Ampat pengaruh dari kesultanan Tidore tidak lama sesudah agama tersebut masuk di Maluku pada abad ke 13 silam. Dr. J. R. Mansoben (1997), ‘Agama besar pertama yang masuk ke Irian Jaya (Papua) adalah Islam. Agama Islam masuk di Irian Jaya (Papua) pertama didaerah Kepulauan Raja Ampat dan Fak-Fak berasal dari Kepulauan Maluku dan disebarkan melalui hubungan perdagangan yangterjadi diantara kedua daerah tersebut’. [1]. Tidak mengherankan bila,‘kedatangan Missionaris Kristen pertama justeru diantar oleh Muballiqh Islamdari Kerajaan Tidore pada tanggal 5 Pebruari 1855 disebuah Pulau Kecil Mansinamdiperaiaran Manokwari. Dua Missionaris dari Jerman itu adalah C. W. Ottow danG. J. Geissler’.[2].

Wilayah Selatan Barat Papua penduduk Pribumi dijumpai penganut Islam sejak lama. Daerah itu meliputi wilayah : Kaimana, Fak-Fak, Bintuni, Kokoda (Sorong Selatan) dan Kepulauan Raja Ampat. Kini banyak urban beragama Islam hadir dari luar Papua, diakui, Dr. Benny Giay, ‘pengaruh Islam secara luas diseluruh pelosok daerah Propinsi Irian Jaya dan dengan semua kelompok suku di daerah ini dalam hidup sehari-hari dalam semua bidang kehidupan, baru mulai dirasakan setelah Irian Jaya berintegrasi menjadi bagian dari Republik Indonesia awal tahun1960-an’.[3]. Pemeluk Islam Pribumi terbatas tanpa usaha serius penyebaran ke pendudukPribumi. Kecuali sedikit muallaf Suku Dani, di Baliem Selatan, dibina olehYapis (Yayasan Pendidikan Islam) demikian dilaporkan oleh JR. Mansoben, seorang antropolog Papua.


KHUSUS

1. Muslim Suku Dani Wamena

Interaksi Islam dikalangan Suku Dani, Wamena, terjadi pasca integrasi dengan Indonesia pada dekade 1960-an akhir. Mula-mula melalui guru-guru dan transmigrasi yang didatangkan dari Jawa didaerah Sinata (kini Megapura, bagian dari Distrik Assolokobal). Perkenalan Islam lebih intensif dikalangan Suku Dani di Wamena melalui interaksi perdagangan dengan pendatang dari Bugis - Makasar. Guru-Guru dari Jawa yang dikirim Pemerintah pertama sekali pasca Pepera sebagai tenaga guru di SD Impres Megapura adalah perkenalan paling pertama Suku Dani Balim Lembah dengan agama Islam. Dari sinilah jejak awal Islam di Wamena yang kemudian menyisakan pengaruh bagi Suku Dani, terutama para siswa SD Impres Megapura. Melalui guru-guru inilah Suku Dani mengenal agama lain diluar Agama Missi Katholik dan Kingmi (Protestan). Programa ransmigrasi pertama di Sinata (Megapura) dianggap tidak cocok lalu dipindahkan ke daerah Paniai tahun 1970-an. Kecuali itu, Suku Dani juga mengenal Islam melalui petugas pemerintah sipil dan militer di Kota Wamena. Misalnya Kolonel Thahir (TNI), Abu Yamin (seorang Polisi asal Madura), Hasan Panjaitan (Sekda) dan Paiyen (Pegawai Departeme Agama) turut mendorong proses da’wah Suku Dani Baliem Selatan dari Moiety : Asso-Lokowal Asso-Wetipo, Lani-Wetapo,Wuka-wetapo, Wuka-Hubi, Lagowan-Matuan dan Walesi.

Dari sejumlah sumber saksi hidup penuturan dari penduduk bahwa Esogalib Lokowalorang pertama masuk Islam. Kemudian Harun Asso (dari Hitigima/Wesapot), YasaAsso (dari Hepuba/Wiaima), Horopalek Lokowal, Musa Asso (dari Megapura/Sinata),Donatus Lani (dari Lanitapo).[4]. Megapura, Hitigima, Hepuba, Woma, Pugima danWalesi (kini di Walesi clan Asso-Yelipele seluruh warganya 100% beragama Islam)adalah daerah pertama yang berinteraksi dengan orang Islam dari berbagai daerahIndonesia.


Salahsatu penduduk daerah Hitigima bernama Muhammad Ali Wetipo, pernah berceritapada penulis bahwa dia masuk Islam melalui orang pendatang di Kota Wamenadan pernah tinggal di Panti Asuhan Muhammadiyyah Abepura Jayapura sekitar tahun1975 di Kota Abepura Jayapura. Dalam tahun 1978 akhir Panti Asuhan Muhammadiyyah Abepura Jayapura banyak menampung anak-anak muslim dariWamena.[5]. Ilham Walelo dan Abdul Mu’in Itlay dari Panti Asuhan Muhammadiyah,tamat SMA tahun 1979, kemudian melanjutkan studynya di IAIN Jakarta (kiniUIN).[6]

2. Muslim Walesi

Berbeda dengan daerah lain Lembah Balim. Walesi pada tahun 1975-1977 Merasugun, Firdaus dan Muhammad Ali Asso, adalah generasi pertama pemeluk Islam. Mereka adalah pemeluk Islam paling berhasil mengembangkan Islam menjadi besar. Walesi kini menjadi pusat Islam (Islamic Centre) di Lembah Palim Wamena Papua khususnya dan mungkin seluruh Papua saat ini. Merasugun dan tokoh-tokoh Tua lainnya dari kalangan generasi muda Walesi adalah pemeluk Islam pertama yang bersemangat mengorganisasi diri serta sukses mengembangkan agama Islam dikalangan keluarga di Walesi dan sekitarnya.


Merasugun, Firdaus dan Ali Asso mengorganir da’wah islam, sehingga diikuti oleh semua masyarakat dari confederasi Asso-Yelipele dii Walesi Selatan Kota Wamena. Orang pertama memeluk agama Islam dari Walesi tersebut nama; Nyasuok Asso, Walekmeke Asso, Nyapalogo Kuan, Wurusugi Lani, Hetoke Lani, Aropeimake Yaleget, dan Udin Asso banyak lainnya secara serentak. Keislaman mereka ini dikemudian hari memiliki pengaruh sangat besar eksistensi Islam Walesi dan Muslim Jayawi Jaya kemudian hari hingga kini. Kepala Suku Besar, Aipon Asso (setelah naik Haji tahun 1979, nama depannya di5tambah Muhammad, jadi Haji Muhammad Aipon Asso) dan Tauluk Asso awalnya menolak islam, karena ajarannya mengharamkan babi (hewan ternak satu-satunya di Lembah Balim paling utama). Mereka baru masuk Islam dalam tahun 1978 dan mendapat dukungan seorang militer berpangkat Kolonel bernama Muhammad Thohir.[7]

Islamic Centre adalah organisasi khusus dan vokus untuk memperhatikan kaum muslim pribumi didirikan pada tahun1978. Letnan Kolonel Dokte Muhammad Mulya Tarmidzi dari Angkatan Laut 10, Hamadi Jayapura, pencetus dan pelopor utama berdirinya Islamic Centre. Pada mulanya dia datang ke Wamena dalam kesempatan undangan ceramah setelah berjumpa dengan penduduk asli muslim (muallaf) dari Walesi, tergerak hatinya dan mendirikan organisasi da’wah Islam pertama, Islamic Centre di Kota Wamena kabupaten Jayawi Jaya, yang di ketuai Hasan Panjaitan, (Sekda Jayawi Jaya kala itu). Islamic Centre dibawah kendali Hasan Panjaitan banyak membantu proses da’wah selanjutnya. Islam di Walesi berkembang pesat dan dikunjungi berbagai kalangan pejabat pemerintah yang beragama Islam dari Kota Wamena dan Propinsi Irian Jaya (kini Papua).[8]

3. Kepeloporan Firdaus Asso

Merasun Asso (berikutnya hanya ditulis Merasugun) adalah orang Walesi pertama dan yang paling bersemangat mengajak keluarganya mengikuti jejaknya. Merasugun Tua adalah orang pertama pemeluk agama Islam dari Walesi. Merasugun (harusnya Merawesugun), dikenal hingga sejauh ini orang yang paling besar jasa dan perjuangannya memperkenalkan Islam dikalangan masyarakat Walesi hingga memperjuangkankannya menjadi besar. Kemudian selain Merasugun yang tidak kalah peran dan jasanya, dalam mengembangkan agama Islam di Walesia tersebut nama Kalegenye Yaleget yang hingga akhir hayatnya belum pernah ikut sholat atau melepas koteka masuk dalam Mesjid.

Kalegenye Yaleget belum pernah menanggalkan busana kotekanya, dan secara formal belum pernah bersyahadat, namun peran dan perjuangan demi tegaknya kalimat tauhid di Lembah Palim tidak jauh berbeda debgan Merasugun, peran orang tua ini juga sangat besar selama mendampingi Merasugun atau mewakilinya. Sejak dini agama Islam dalam keadaan sulit dan banyak ditentang orang agar jangan berkembang. Kepeloporan Merasugun sulit dibayangkan dan ketahui, kalau dibelakangnya juga tanpa ada dukungan sejumlah Kepala Suku Adat. Hal itu kunci kesuksesan sekaligus membuat orang tidak berani menentang Merasugun dan Kalegenye. Kalegenye dan Merasugun yang masih saudara sepupu adalah tokoh tua pejuang da’wah islam pertama dan paling utama di Walesi.

Merasugun dan Kalegenye Yaleget yang tidak bisa berbahasa Indonesia selalu didampingi oleh seorang pemuda bernama Firdaus Asso. Setiap penyampaian isi hati mereka dalam mencari dukungan da’wah Islam, pada para pendatang muslim, diterjemahkan oleh Firdaus. Disamping itu Firdaus adalah seorang pemuda cerdas dan lincah diantara teman-teman sebaya. Sehingga Firdaus sangat menunjang Merasugun, dalamm emperjuangkan da’wah di Jayawi jaya dan khususnya di Lembah Palim/Baliem.

Selain mendampingi Merasugun Asso, dengan inisiatif sendiri, Firdaus, mengajak teman-teman sebayanya, menemui para pejabat beragama Islam kala itu di Kota Wamena, untukminta dukungan pengembangan Islam di Walesi dan Wamena. Karena itu Firdaus, sosok pemuda pejuang Islam yang populer dan sangat dikenal para pejabat tinggi Papua mulai dari Gubernur, Pangdam, Kapolda, sampai para pejabat dinas lainnya.

Demikian juga ketokohan Firdaus Asso, sebagai tokoh muda Muslim Papua didukung para pedagang (pengusaha) muslim dari Bugis dan Makasar. Bahkan para Haji kaya dari Madura, Bugis, Makasar dan Buton membantu mendorong secara financial pengembangan Islam Walesi sebagai Pusat Islam Wamena. Karena itu sosok Firdaus Asso yang fenomenal, pada tahun 1980- an sangat dikenal dan popular dikalangan muslim pendatang, dan orang yang paling dihormati, sebagai tokoh penggerak dan perintis da’wah islamiyyah dikalangan pendududk pribumi Papua.

Selain Firdaus ada tokoh muda lain seperti Ali Asso. Namun Firdaus Asso adalah tokoh muda muslim di Jayapura dan Wamena yang sangat dikenal akrab oleh para pejabat tinggi Papua kala itu. Firdaus juga disegani dan dihormati oleh rekan-rekan seusia-nya, karena: 1). Kejujurannya (amanah), 2). Keberanian dan kepeloporannya dalam pengembangan da’wah Islam pertama di Walesi di Walesi Wamena Kabupaten Jayawi Jaya.

4. Kisah Islam Merasugun

Konon kisahnya; ke-Islaman Merasugun Asso, sebagaimana diceriterakan Ali Asso (generasi pemeluk Islam pertama yang masih hidup), melalui hubungan perdagangan. Merasugun suatu pagi dalam tahun 1975, berangkat dari Walesi(sekitar 8 km dari kota Wamena), membawa dagangan kayu bakar, untuk dijual pada orang-orang pendatang di kota Wamena. Tapi dagangannya tidak laku dibelihingga hari sudah menjelang sore. Sementara jarak Walesi-Kota Wamena begitujauh untuk pulang hingga larut malam.

Maka Merasugun berinisiatif menukar dagangannya dengan nasi pada seseorang. Untukitu Merasugun mendatangi semua penghuni rumah dari pintu kepintu yang umumnyadidiami para pendatang dari luar Papua. Akhirnya pembeli yang akan menukar dagangan (barter) Merasugun dengan nasi itu ketemu juga. Pertemuan Merasugun dan pembeli kayu itu kelak nanti orang yang pertama meng-Islam-kan Merasugun. Karenaitu segera setelah pulang ke kampungnya, Merasugun cari kayu bakar di hutan untuk ditukarkan dengan nasi pada orang yang sama.

Merasugunkemudian mengajak dua anak muda yaitu Firdaus Asso dan Ali Asso.[9].Selanjutnya rombongan Merasugun, bawa kayu bakar untuk barter dengan nasi padapendatang asal Madura itu, yang sebelumnya sudah berkenalan dengan Merasugun.Dari pertemuan pertama mereka sudah saling kenal, maka mereka shalatdhuhur tiba pembeli kayu yang beragama Islam itu ingin shalat dahulu.

Tapiapa yang dilakukan kenalannya diintip Merasugun dengan perasaan aneh dan asing.Merasugun memperhatikan apa yang dilakukan kenalannya rasa penasaran. Pembelikayu itu melakukan gerakan yang sebelumnya asing bagi Merasugun yaitu sholatdan berdo’a dengan gerakan khusyu’. Merasugun dengan perasaan agak keherananakhirnya menyadari, bahwa gerakan itu adalah gerakan “Misa dalam Islam”.Kemudian, Merasugun, kepada dua anak muda yang mendapinginya dalam bahasa Balimberkomentar demikian : “O..oh.yire esilam meke”!, artinya “Oh,ini orang Islam"!

Merasugunsebelumnya pernah dengar kabar bahwa Agama Islam adalah agama yang tidak bolehmakan daging babi. Bahkan Merasugun sering mendengar issu bahwa kehadiranorang- orang pendatang Muslim menyebabkan semua babi menjadi musnah di LembahBalim, (dalam agama Islam, memakan gading Babi hukumnya diharamkan /tidakboleh).[10]. Walaupun ada issu bahaya agama Islam, Merasugun menyuruh FirdausAsso dan Ali Asso masuk agama islam, dan belajar melakukan "misaIslam”[11], (maksudnya sholat). Karena menurutnya orang Muslim Madura itu baik,tidak seperti diisukan orang-orang dikampungnya. Lalu katanya; “Kalian bolehmasuk Agama Islam karena orang ini baik”! Keinginan dan usulan Merasugundisetujui dua anak yang masih keponakannya itu.[12].

Kemudianusulan keinginan diterjemahkan Firdaus dan disampaikan kepada kenalan baru itu.Mereka bertekad mau masuk Agama Islam. Tapi orang Madura itu keberatan karenaalasannya takut ada tuduhan Islamisasi. Kekhawatiran itu disanggah olehMerasugun dengan mengatakan bahwa dirinya tidak menganut agama apapun dan ituadalah keinginan hatinya dan dua anak keponakannya. Dialog tersebutditerjemahkan oleh Firdaus Asso, yang sudah lancar berbahasa Indonesia.

SejenakOrang Madura yang belum dikenal namanya hingga kini itu berfikir, lalu menatapwajah ketiga orang yang masih lugu dan masih mengenakan koteka itu. Dankatanya; “Boleh, tapi kamu harus menutup Aurat!”, Segera ia kekamar danmemberikan serta memakaikan Merasugun celana tanpa menanggalkan koteka yangsedang dikenakan. Selanjutnya Muslim Madura itu sampaikan niat tiga orang SukuDani dari Walesi ini kepada tokoh muslim lain yang ada di sekitar kota Wamena.

Padaminggu berikutnya Merasugun, Ali Asso, dan Firdaus Asso disuruh datang padahari Jum'at. Dan secara resmi disyahadatkan ba'dah jum'at di masjid BaiturrahmanWamena yang disaksikan oleh jama'ah sholat jum’at. Minggu-minggu selanjutnyaMerasugun, Firdaus Asso dan Ali Asso (dua pemuda ini kelak pejuang Islamsetelah sepeninggal Merasugun tahun yang wafat tahun 1978), selalu datang ikutsholat Jum’at, dengan tiap pagi jalan kaki turun-naik gunung sekitar 6 km dariWalesi ke Wamena Kota. Merasugun kira-kira berusia 45 tahun dan dua anak mudayakni Firdaus Asso,dan Muhammad Ali Asso, keduanya kira-kira berusia 15 tahunkala itu, adalah generasi pertama yang mula-mula masuk Islam sertamengembangkan Islam di Walesi.

a. Perjuangan Merasugun Asso

Merasuguntidak lama sesudah masuk Agama Islam meminta agar dibangunkan "GerejaIslam", (maksudnya, Masjid), di kampungnya di Walesi sekaligus SekolahIslam agar anak-anaknya dari clan Assolipele Walesi bisa sekolah. Untuk maksudini Merasugun menyediakan tanah wakaf serta menyiapkan batu, kayu, pasir dikampungnya.

Usulanini segera disetujui oleh beberapa orang muslim yang datang di Wamena sebagaiPetugas pemerintah sipil maupun militer seperti Pak Paijen dari Dinas Agama,Pak Thohir dari Kodim, dan Abu Yamin dari Polres Jayawijaya. Karena itu,sebelum kalau ingin dibangunkan Masjid dan Madrasah di Walesi, Merasugun harusdatang membantu bekerja mengangkat batu dan mengumpulkan pasir dari Kali Uwekarena Masjid Raya Baiturahman Kota Wamena saat itu sedang dibangun.

Syaratini disetujui oleh Merasugun, berikutnya Merasugun, Ali dan Firdaus Asso pulangke Walesi dan mengundang segera tenaga kerja kepada Nyasuok Asso, NyapalogoKuan, Aropemake Yaleget, Wurusugi Lani, Udin Asso dan Walekmeke Asso, untukmengeruk galian batu dan pasir di sekitar Kota Wamena, dari Kali Uwe. Keenamorang nama tersebut kelak menjadi pemeluk Agama Islam dari Walesi gelombang kedua.[13]

b. Dokter Mulya Tarmidzi Mengkhitan

Suatuketika dalam tahun 1978 seorang dokter Kolonel Angkatan Laut 10 dari Hamadi,Jayapura Propinsi Papua, diundang ceramah datang ke Kabupaten Jayawijaya, untukmemberikan ceramah, yang tempatnya di gedung bioskop kota Wamena. Oleh sebabitu Merasugun dan warga lainnya dari Walesi yang muallaf diundang datangmendengarkan ceramah.

Penceramahyang tidak lain adalah Dokter Kolonel H. Muhammad Mulya Tarmidzi itu selesaiceramah sampai sekitar jam sebelas malam. Selanjutnya ia menginap di HotelBalim. Kira-kira pada jam 12 tengah malam Merasugun, Firdaus Asso, NyapalogoKuan, Nyasuok Asso dan Ali Asso, Aropemake Yaleget, Udin Asso dan Wurusugi Lanidatang mengetuk pintu kamar Dokter Mulya menginap dengan mengucap salam khasmuslim yakni; : “Assaiamu'ataikum”! Walaupun sudah tengah malam karenamendengar ucapan salam khas Muslim, Dokter Mulya Tarmidzi, berani membukakanpintu.

Danternyata salam itu berasal dari orang-orang yang masih mengenakan koteka iniadalah orang yang tadi dilihatnya di gedung Bioskop. Dia sebelumnya mendugamereka bukan muslim, karena Merasugun dan rombangan lainnya masih mengenakanHolim/Koteka, (kecuali Firdaus Asso sudah mengenakan celana pendek). Dan diamenganggap bahwa mereka mungkin pas lagi lewat atau memang sekedar mencarimakanan dalam acara ceramah itu. Tatkala dipersilahkan duduk diruang tamudi hotel oleh Dokter Mulya Tarmidzi, Merasugun menyampaikan maksud dan tujuankedatangannya dengan beberapa pemuda dari Walesi. Setelah minta maaf karenadatang ditengah malam. Lalu Merasugun menyampaikan beberapa usulan yaitu :

a).Permohonan dukungan agar di kampungnya segera dibangunkan "Gereja Islam”.
b).Anak-anak dari Walesi kelak menjadi pintar seperti dokter Mulya untuk itu perlu
disekolahkan di Jayapura
c). Agar di Walesi di bangunkan Madrasah

Semuausulan diterima dan disetujui secara baik dan kepada Merasugun dijanjikan olehdokter Mulia Tarmidzi, bahwa nanti akan diusahakan secara bertahap denganmengkoordinasikan usulan Merasugun, kepada orang-orang Muslim lain terlebihdahulu. Dalam kesempatan itu sejumlah usul dan keinginan Merasugun semuadisampaikan dalam bahasa Wamena kepada Dokter Muhammad Mulya Tarmidzi, yangkemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Firdaus Asso yang sudahsekolah di SD Inpres, Megapura sehingga sudah lancar berbahasa Indonesia.

Selanjuntnyasemua usul secara baik disetujui oleh Dokter Kolonel Haji Muhammad MulyaTarmidzi dan untuk mendukung keinginan Merasugun ini segera dibentuk IslamicCentre yang pengurusnya dari pejabat pemda. Esok harinya dibantu oleh tenagakesehatan dari Rumah Sakit Kota Wamena; Letnan Kolonel Muhammad Mulya Tarmidzi,segera menyunat (khitan) 8 orang pertama yang masuk Agama Islam itu untukmenyempurakan syahdatnya; kira-kira demikian hemat Kolonel yang juga Dokter danAhli Agama Islam itu. Pada bulan berikutanya dalam tahun 1978, anak-anak dariWalesi sebanyak 5 orang (termasuk Firdaus Asso dan Muhammad Ali Asso) di kirimke Jayapura dan dititipkan kepada beberapa orang pejabat muslim sebagai orangtua asuhnya.

Demikiansudah harapan dan cita-cita Merasugun terkabul agar anak-anak dari Walesi untukdisekolahkan diluar Wamena. “Agar kelak ada yang menjadi seperti Dokter MulyaTarmidzi,” demikian usul Merasugun yang diterjemahkan oleh Firdaus Asso. Usulanpaling penting diantaranya yang diusulkan oleh Merasugun adalah kontruksibangunan model Pondok Pesantren Model di Jawa yang membuat decak kagum. DokterKolonel Muhammad Mulya Tarmidzi, mengingat Merasugun belum penah tahu kalauyang diusulkannya itu adalah persis sama model kontruksi dan sistem bangunanlingkungan Pondok Pesantren yang biasa ada di Pulau Jawa. [14]

Kemudian20 orang dalam bulan berikutnya dikirim dan diasuh oleh beberapa Orang Tua Asuhdi kota Jayapura. Ongkos pengiriman semua ditanggung oleh Haji Saddiq Ismail,(kala itu Kabulog Propinsi Irian Jaya) yang selanjutnya membentuk Kasub DologJayawijaya guna mempermudah menyampaikan bantauan logistik dan bantuan materiallainnya karena di Walesisegera akan dibangun Masjid dan Madrasah sesuaikeinginan dan usulan Merasugun dulu.

Gunamemperlancar transportasi dan memudahkan pengangkutan material bangunan Masjiddan Madrasah Walesi, Ir. Haji Azhari Romuson, Kepala PU Propinsi Papua segeramembangun jalan Walesi-Wamena sekitar 6 Km. Bisa dibayangkan semua usulanMerasugun dulu sejak Dokter Kolonel Angkatan Laut Muhammad Mulya Tarmidzi, HajiSaddiq Ismail SH Kadolog Propinsi, dan Ir. Haji Azhari Romusan dari PUPropinsi adalah cukup besar perannya perkembangan Islam lebih lanjut di Walesi.

Bertepatandengan 20 anak Walesi yang dipimpin Firdaus Asso datang sekolah di Jayapuramelanjutkan dipendidikan Panti Asuhan Muhammadiyah Abepura Jayapura danMadrasah Ibtidaiyyah (MI) Kota Propinsi Papua. Dua Kepala Suku Perang yangBerani dari Clan Assolipele secara resmi disyahatkan oleh Kolonel Thahir, diWamena. Kolonel Thahir adalah Pendatang dari Bugis dan Tentara yang saat itubertugas di Kodim Jayawijaya.[15] “Sesungguhnya kita adalah milik Alloh SWT,dan akan dikembalikan kehadirat-Nya kapan saja dikehendaki-Nya”, “sebagaimanajuga Dia memberikan hidayah kepada siapa yang di kehendaki-Nya”, dan akhimyapada tahun 1980 Merasugun telah dipanggil kehadirat Alloh SWT, denganmeninggalkan semua usulan da'wahnya yang belum tuntas, yakni obsesinyamewujudkan kompleks Islamic Centre terutama Masjid dan Madrasah.

Dua tahun sepeninggal Merasugun pada tahun 1982 bangunan sekolah (MadrasahIbtidaiyah) dan masjid selesai. Untuk menghormati atas jasa-jasa semangatperjuangan Merasugun, maka nama Madrasahnya diabadikan menjadi MadrasahIbtidaiyyah Merasugun Asso Walesi. Demikian juga dengan Pemuda Firdaus Assomenyusul dipanggil Allah SWT untuk selamanya pada tahun 1984 di Jayapura.Firdaus Asso yang sangat berjasa dan berperan besar pengembangkan Islamdikalangan suku pribumi di Walesi, sesudah Merasugun. Dia menyusul kepergianMerasugun setelah dua tahun dalam usia yang sangat muda dan produktif yakni 25tahun.[16]


B. Perkembangan Islam Masa Kini

1. Muslim Wamena

Darisejak tahun 1960-an akhir sampai tahun 1970-an awal, di kota Wamena KabupatenJayawijaya banyak datang penduduk pindahan dari Jawa (transmigrasi), dan paraperantau asal Indonesia Timur, terutama orang Madura, Bugis, Buton dan Makasar.Pengenalan Agama Islam lebih intensif dengan Suku Dani di Wamena KabupatenJayawijaya melalui interaksi dalam masa ini, terutama perdagangan system barterantara para muhajirin pendatang dan penduduk lokal yang berbusana koteka.

Prosespercepatan da'wah di Jayawijaya juga sangat di dukung oleh kehadiran militeryang beragama Islam yang bertugas dalam tahun 1960-an akhir di Kota Wamena.Penduduk yang lebih awal masuk Islam menuturkan bahwa Islamisasi sepenuhnyadidukung secara individu dari Muslim yang kebetulan anggota Militert yangbertugas di Sinata (kini Megapura, 4 km selatan dari Kota Wamena). Organisasida'wah baru didirikan guna lebih menunjang psoses da'wah, seperti Islamiccenter, YAPIS, Panti Asuhan Muhammadiyah dan akhir-akhir ini juga Hidayatullahdan NU di Wamena giat melakukan da'wah dikalangan pribumi Muslim SukuDani di Wamena.

2.Muallaf di Walesi
Dikota Wamena arah selatan 6 km kini terdapat penduduk pribumi yang penduduknyaberagama Islam sejak lama. Walesi adalah pusat Islam (Islamic Centre), bagipengembangan Islam dari kalangan penduduk asli. Guru-guru (ustadz), sejak awaldidatangkan dari Fak-Fak yang sejak lebih dulu muslim dari abad ke 16 diselatan kepala Burung Papua. Kini di walesi terdapat sebuah Pondok-PesantrenAl-Istiqomah Merasugun Asso, Madrasah Ibtidaiyah, rumah guru 4 buah, masjid 12x12 dan sebuah puskesmas. Walesi sebagai Islamic Centre telahmenampung anak-anak Suku Dani dari 12 kampung yang masyarakatnya baragamaIslam.

Masyarakat Muslim Jayawijaya terdiri dari 12 kampung yang penduduknya telah lama menganutAgama Islam pada tahun 1960-an akhir pasca integrasi. Kampung-kampung ituadalah Htigima, Air Garam, Okilik, Apenas, Ibele, Araboda, Jagara,Megapura, Pasema, Mapenduma, Kurulu dan Pugima. Jumlah penganut Islam di Wamenakabupaten Jayawijaya kira-kira 12 ribu jiwa, dari 400 ribu jiwa seluruhpenduduk Jayawijaya, namun angka yang lebih tepatjumlah pemeluk Islam belumdiperoleh secara pasti.

3.Anak-Anak Muallaf

Anak-anakMuallaf adalah kelompak potensial proses Islamisasi di Kabupaten Jayawijaya,mengingat semua agama besar yang kini hadir di Papua khususnya di PegununganTengah, umumnya tidak mampu merubah pola kehidupan lama masyarakat tradisionalPapua yang memiliki religi lama yang berorientasi masa lampau.

KalanganBirokrat Muslim yang menjabat sebagai Ketua Islamic Centre menyadari ini, makasecara periode mengirim anak-anak muallaf dari Suku Dani, dikirim belajarpertama di Panti Asuhan Muhammadiyah AB Jayapura dan Madarasah IbtidaiyyahYAPIS di Ibu kota Jayapura dalam tahun 1972 sebanyak 20 orang anak.

Dalamtahun 1980 ada 2 orang anak Suku Dani datang belajar di UniversitasMuhammadiyah Jogjakarta . Sedang lulusan Madrasah Ibtidaiyyah Merasugun AssoWalesi sebanyak 4 orang pertama didatangkan ke pondok pesantren Al-Mukhlisin,dan Darul Falah, Bogor. Kini dari anak-anak ini ada yang menempuh pendidikan diberbagai universitas Islam Bogor (Ibnu Kholdun), UMJ dan UIN Ciputat.

Saatini tiga orang dari Walesi menempuh S2 konsentrasi di study Islam dan OtonomiKhusus UMJ Ciputat Jakarta. Dua orang lain lagi di UM Jogjakarta dan UIN dikota yang sama. Jumlah seluruhnya anak-anak Muallaf asal Suku Dani dari Papuakini tersebar di berbagai kota study di Pulau Jawa dan mayoritas di Ciputatberjumlah 21 orang. Sedang anak-anak Muallaf yang belajar di pondok pesantrensebanyak 45 orang yang sudah terdata. Jumlah ini tidak termasuk anak-anak yangdibawa koordinasi Ustadz Aliyuddin sejak tahun 1990-an awal berkisar 700 orangdari seluruh Papua.

4.Pengiriman anak-anak Suku dani Pondok Pesantren

Sejaktahun 1980 anak-anak muslimah dari kalangan Muallaf Dari Kabupaten Jayawijaya,sudah mengirim sebagai peserta MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur'an dan lombaQosidah tingkat Nasional mewakili Propinsi Irianjaya (kini Papua). Merekamempunyai bakat dan potensi yang sama dengan anak-anak prianya. Namun yangmenjadi masalah adalah tradisi yang bahwa: Orang Tua Suku Dani tidak dapatmembiarkan anak- anak perempuan mereka pergi jauh. Tampak dari kurangnyakesadaran Orang Tua Suku Dani di Wamena saat ini adalah denagn mengawinkananak-anak usia sekolah yang masih belasan tahun.

Sampaidewasa ini dari 20 anak perempuan muslimah Suku Dani belajar di SMU YapisWamena. Dari Wamena Muslim, kaum perempuannya belum ada yang belajar keluarsebagaimana umumnya anak laki-laki. Mereka kini banyak belajar agama diPesantren Al- Istiqomah Walesi dan beberapa orang melanjutkan tingakat lanjutan(SMP/SMU) di YAPIS Wamena.

Artikel ini di tulis oleh : Ismail Asso

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

CATATAN KAKI

[1]. J.R. Mansoben, Dr, “Membangun Manusia IrianJaya yang Majemuk” : Suatu Tinjauan Antropologi Budaya, (Jayapura, UniversitasCenderawasih, September 1997), h. 8, (td).

[2]. Suara Hidayatullah, Ihwal, (Irian TapiIslam), (Jakarta), 09/X/Pebruari 1998, h. 8

[3]. Benny Giay, Gembalakanlah Umatku, (Jayapura,Deiyai: 1998), Cet-1, h. 78

[4]. Muslimin Yelipele, Tokoh Agama Islam Wamena(Pegawai Depag RI Kabupaten Jayawi Jaya), Wawancara Pribadi, Wamena Mei 2007

[5]. Muhammad Ali Wetipo, (Tokoh Muslim Balim),(Muhammad Ali Wetipo agaknya generasi Suku Balim yang paling awal masuk Islam).Wawancara Pribadi, Jakarta , 15 Juni 2007.

[6]. Muhammad Ilham Walelo, (Tokoh MuslimBalim), Wawancara Pribadi, Jakarta , 11 Juni 2007

[7]. Muhammad Aipon Asso, (Kepala Suku Besar),Wawancara Pribadi, Walesi 20 Agustus 2004

[8]. Organisasi ini para pengurusnya darikalangan Pejabat yang beragama Islam, dan yang pertama mensponsori pendirianorganisasi adalah dr. Letkol ( Purnawirawan, AL ). H. M. Mulya Tarmidzi

[9]. Muhammad Ali Asso, (Tokoh Pemuda Islam danPemeluk Islam Generasi pertama dari Walesi), Wawancara Pribadi, Walesi, 7 Mei2007

[10]. Lihat Al-Qur’an Surat Al-Maidah

[11]. “Missa Islam”, yang dimaksudkan olehMerasugu Asso adalah sholat. Tapi istilah“Missa Islam”, adalah istilah dalam ibadah agama Kristen Katolik. Hal ini menunjukkanbahwa di kampungnya (Walesi), dia sering dengar dengan istilah ini darikebiasaan orang Katolik, sehingga gerakan beribadah orang islam diamempersamakannya dengan istilah Missa.

[12]. Dalamkebiasaan Adat kekerarabatan Balim bahwa pemakaian nama clan dari sebenarnyadisebabkan oleh dua sebab; Pertama, jika dalam perang suku antar Konfederasisatu clan sudah mulai punah karena itu digabungkan dalam clan lain;Kedua,karena diterima dengan proses inisiasi kedalam clan lain misalnya Merasugunyang clan sebenarnya Yelipele tetapi diterima dan diinisiasi dalam clan ibunyamenjadi Asso.

[13]. Muhammad Ali Asso; (Generasi Pemeluk IslamPertama), Wawancara Pribadi, 9 Mei 2007

[14]. Agaknya, usulan dan model kontruksi bangunanpendidikan yang di inginkan Merasugun, yang membuat kekaguman Dokter MulyaTarmidzi, adalah pola pendidikan asrama yang dikembangkan oleh oleh Belanda.Tapi yang diusulkan oleh Merasugun adalah model kontruksi bangunan MissiKatolik yang sebelunmya sudah ada dan telah dibangun oleh Missionaris Belandadisekitar kota Wamena.

[15]. Aipon Asso, (Kepala Suku Besar Muslim),Wawancara Pribadi, 20 Agustus 2004

[16]. Dr. H. M. Mulya Tarmidzi, (Tokoh Ulama),wawancara pribadi, Jakarta , dalam tahun 2004.

27 Oktober 2013

Jokowi: Blusukan Juga Bisa Mengasah Rasa Kemanusian Pejabat

Jokowi
Yogyakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan tujuannya blusukan bukan hanya untuk memahami permasalahan rakyat di lapangan. Menurut dia, blusukan juga bisa mengasah rasa kemanusian pejabat. "Anda bisa menangis kalau blusukan di Jakarta," kata Jokowi ketika berbicara dalam Seminar Dialog Tokoh "Hutan untuk Kemakmuran rakyat" di Balairung Gedung Pusat UGM pada Sabtu, 26 Oktober 2013.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi setelah seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai alasannya gemar blusukan. Mahasiswa dari Fakultas Kehutanan UGM itu juga menanyakan manfaat metode blusukan tersebut.

Jokowi menjawab pertanyaan itu dengan mempersilakan akademisi UGM meniru aksi blusukannya di Jakarta. Dia mengatakan akademisi UGM bisa melakukan blusukan terlebih dahulu ke lantai atas gedung-gedung megah di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta.

Setelah menyambangi gedung dengan fasilitas mewah di Jakarta, Jokowi menyarankan akademisi UGM langsung menyambangi salah satu kawasan terkumuh di Jakarta, seperti di Penjaringan. "Apabila anda tidak menangis, anda bukan manusia," ujar Jokowi.

Mantan Walikota Solo itu menunjukkan kepada peserta seminar salah satu foto kawasan kumuh di Penjaringan, Jakarta. Foto itu menggambarkan rumah-rumah berdinding triplek dan beratap seng yang berdiri di atas perairan yang penuh sampah. "Di Jakarta ada 360 tempat seperti ini," kata Jokowi.

Dia mengatakan pejabat setingkat gubernur di Jakarta pasti akan kesulitan mengetahui secara pasti kondisi seperti ini apabila hanya duduk di kantor. Menurut Jokowi di birokrasi pemerintahan, mayoritas pegawai sering memberikan informasi tidak akurat. "ABS (Asal Bapak Senang) saja mereka," ujar Jokowi.

Jokowi mengaku melihat banyak rumah-rumah kumuh di Jakarta dihuni oleh lima hingga delapan orang. Di ruang-ruang sempit itu, penghuninya biasa tidur secara bergantian. "Ketika mereka menolak dipindah ke rusun, saya ajak makan-makan dan bareng melihat isi rusun yang ada televisi dan kulkas kecil. Sekali melihat, wajar, mereka langsung setuju pindah," ujar dia.

Jokowi menyimpulkan permasalahan mendasar di Indonesia bukan pada tidak adanya instrumen kebijakan. Dia mengatakan masalah utama selama ini ialah tidak adanya sistem yang membuat kebijakan mudah dioperasionalkan di lapangan. "Anggaran ada, tapi rakyat tak mampu mengakses karena sistem yang mengoperasionalkan kebijakan tidak terbangun. Fakta ini tidak bisa diketahui jika tidak turun ke bawah," kata Jokowi.

25 Oktober 2013

Rekening Alex Hesegem Diblokir KPK

Mantan Wagup Alex Hesegem
Diduga Rekening mantan Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem (AH) diblokir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemblokiran rekening ini dilakukan terkait kasus korupsi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar dimana ada aliran dana mencurigakan dari di rekening mantan Ketua MK itu.

Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso menilai pemblokiran rekening itu adalah kewenangan penyidik. “Pemblokiran rekening adalah kewenangan penyidik mas,” kata Agus melalui kutipannya via telepon selulernya kepada tabloidjubi.com, Kamis (24/10)

Saat ditanya soal transaksi mencurigakan, Agus menuturkan PPATK sudah menyampaikan Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK terkait transaksi-transaksi keuangan Akil Mochtar yang mencurigakan kepada KPK pada tahun 2012. “Transaksi keuangan mencurigakan yang  dianalisis adalah transaksi sejak tahun 2010,” kata Agus.

Seperti yang dilansir, www.kompas.com edisi Kamis (10/10) KPK memblokir rekening Ketua MK (nonaktif) Akil Mochtar. Akil tercatat beberapa kali menerima setoran dana dari kepala daerah, sebagian di antaranya terkait dengan sengketa pemilihan umum kepala daerah. KPK pun bergerak cepat mencegah perpindahan dana dari rekening-rekening yang dicurigai menjadi tempat Akil menampung uang yang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi.

”Ada lebih dari satu rekening yang diblokir. Selain rekening milik tersangka AM (Akil Mochtar), KPK juga memblokir beberapa rekening pihak lain yang terkait dengannya,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Jakarta, Kamis (10/10).
Juru Bicara KPK Johan Budi SP, kepada tabloidjubi.com  melalui telepon selulernya saat ditanya soal statement dirinya dan aliran dana mencurigakan Alex Hesegem, Dirinya membenarkan soal statement tersebut. “Iya itu statement saya, saya tidak bilang soal rekening siapa dan adanya aliran, itu bukan dari KPK,” kata Johan, Jumat (25/10).

Perkembangan terkini kasus Akil, apakah aliran rekening Akil terdapat transaksi dari mantan Wagub Papua periode lalu? Johan mengaku, dirinya tak mengetahui hal tersebut. “Saya sebagai humas, saya tidak pernah dikasih tahu soal aliran dana ke Akil atau materi penyidikan,” ujarnya.

Dari data yang dikumpulkan, diduga Akil pernah menerima setoran di rekeningnya sebanyak empat kali dengan total Rp100 juta yang diduga dari mantan Wagub Papua pada tahun 2010, saat itu Akil sendiri sudah menjadi hakim konstitusi, tetapi belum menjadi Ketua MK.

Sekretaris DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Provinsi Papua, H. Sulaiman Hamzah saat dikonfirmasi tabloidjubi.com via telepon seluler mengenai pemblokiran rekening Alex Hesegem dari KPK, dirinya tak mengetahui hal itu. “Maaf saya tidak tahu sampai disitu, saya cuma tahu dia caleg di pusat (DPR RI), tidak informasi soal itu,” katanya, Kamis (24/10).

Sekadar diketahui, Alex Hesegem telah ditetapkan KPU pusat pada tanggal 23 Agustus 2013 lalu masuk dalam Daftar Calon Tetap anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI pemilihan umum tahun 2014, dengan nomor urut empat, di bawah payung partai Nasdem bernomor urut satu

21 Oktober 2013

Pengadilan HAM Eropa tidak akan mengesampingkan penanganan pembantaian perang Rusia Katyn

Pengadilan HAM Eropa ( ECHR ) mengatakan tidak akan memeriksa ketelitian penyelidikan Rusia ke pembantaian tahanan perang Polandia pada tahun 1940.

Sesuai yang dikutip blog ini dari EuroNews.com bahwa 'Insiden terkenal di daerah Katyn , yang menewaskan lebih dari 20.000 orang tewas di tangan polisi rahasia Soviet , menyebabkan sengketa internasional yang pahit.'

"Pada tahun 1944 , sebuah komisi Soviet menuduh tentara Jerman dari eksekusi dan hanya menerima menyalahkan pada tahun 1990 .

"Menurut KGB memorandum dideklasifikasi , perintah datang dari para pemimpin Partai Komunis Soviet .
Meskipun ECHR mengatakan Rusia telah menyimpan file kunci rahasia , itu juga mengatakan bahwa mereka tidak punya otoritas karena terlalu banyak waktu yang telah berlalu antara membunuh tahalan Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia .

Dalam sebuah upaya rekonsiliasi , mantan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin dan rekan Polandianya Donald Tusk bertemu pada tahun 2010 untuk memperingati para korban . Sampai saat ini , tak seorang pun yang pernah dihukum atas  kekejaman itu.


06 Oktober 2013

INDONESIA - Militan Islam Memblokir Pembangunan Gereja Katolik Yang Memiliki izin Sah

Jakarta - Kristen dan para pemimpin agama Islam telah menyatakan kecewa setelah protes sengit diselenggarakan di hari terakhir oleh kelompok fundamentalis Islam untuk memblokir pembangunan gereja Katolik di Tangerang , di bagian barat pulau Jawa , sekitar 25 kilometer dari Jakarta . Sebuah garnisun lebih dari 200 militan dari Front Pembela Islam ( FPI ) mencoba untuk menghentikan pembentukan situs konstruksi . Menurut Gereja lokal , kelompok-kelompok Islam berusaha " untuk menabur perpecahan agama " .
Seperti dilaporkan Fides , umat Katolik dari paroki Saint Bernadette mengatakan mereka memiliki izin yang sah untuk membangun gereja , yang dapat menampung sekitar 11.000 jamaah . Para pastor paroki setempat , Fr . Paulus Dalu Lubur mencatat bahwa " kita belum tetap peletakan batu pertama . Saya tidak mengerti protes karena bangunan itu memiliki persetujuan dari tokoh agama setempat , termasuk Muslim " . Fr . Benny Susetyo , sekretaris Komisi Dialog Antaragama di Konferensi Waligereja Indonesia , menegaskan untuk Fides bahwa gereja memperoleh izin bangunan pada tanggal 11 September .
Di antara penduduk di Tangerang , selebaran dari Front Pembela Islam ( FPI ) dan organisasi Islam lainnya bersatu dalam forum Islam " Sudimara Pinang " yang menentang pembangunan gereja , yang beredar . Menurut forum , " gereja adalah ancaman bagi Islam , dan jika pembangunan gereja berlanjut , Kristen akan mengkonversi Muslim dalam dekade mendatang " .
Sebagai Fides belajar , para pemimpin agama Islam di Tangerang telah menjauhkan diri dari posisi ini , menyatakan bahwa " adalah salah untuk membangkitkan ketegangan agama " dan menarik bagi toleransi dan koeksistensi agama damai , sifat penting dari Indonesia .
Menurut Benedict Roger , seorang aktivis Katolik , antara jawab dari LSM " Christian Solidarity Worldwide " ( CSW ) , episode adalah panggilan bangun untuk kebebasan beragama . Kembali dari perjalanan ke Indonesia , mengingat serangan yang diderita oleh kaum minoritas agama lain seperti Syiah dan Ahmadiyah , kata Rogers dalam pernyataan yang dikirim ke Fides : "Sementara banyak orang Indonesia tetap berkomitmen untuk kerukunan beragama di semua tingkatan , Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemerintahannya tidak melakukan apa pun untuk memerangi intoleransi . Mereka tidak hanya gagal melindungi minoritas agama , namun dalam sepuluh tahun terakhir mereka telah memperkenalkan undang-undang yang melanggar kebebasan beragama. Repoer : Asean Religious Freedom


29 September 2013

Soal Intoleransi: SBY Harus Belajar dari Jokowi

Pendeta Palti Panjaitan
TWNews,-- Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, Palti Panjaitan, prihatin dengan sejumlah tindakan intoleransi di Tanah Air. Ia mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seharusnya belajar dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) soal toleransi yang dinilainya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi beragama selama hampir setahun menjabat.

Salah satunya, kata Palti, sikap Jokowi merespons penolakan warga atas penempatan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Susan mendapatkan penolakan dari sekelompok warga karena alasan agama yang dianutnya.  "Statement Jokowi jelas, Lurah Susan tidak akan dipindah karena isu agama. Tapi kalau kinerja jelek baru akan dipindah," kata Palti kepada Kompas.com, Senin (30/9/2013).

Vanuatu Membuat Sejarah Besar di PBB Dalam Perjuangan Rakyat Papua

Catherine Delahunty Grens Party

Tepat 28 September 2013, Perdana Menteri Vanuatu Minister Moana Carcasses Kalosil telah berbicara di PBB tentang nasib Rakyat bangsa Papua Barat dan ia menyerukan penyidikan ​​PBB dan melaporkan pelanggaran di Papua Barat . Ini adalah saat bersejarah bagi orang-orang yang menderita puluhan tahun dan telah diabaikan begitu lama .
PBB dapat memainkan peran yang sangat konstruktif dalam mendorong Pemerintah Indonesia untuk menghentikan pembunuhan di papua barat dan  bernegosiasi
serius dengan para pemimpin Papua .
Moana Karkas juga mengingatkan PBB bahwa hati nurani mereka sendiri tidak jelas mengenai masalah ini . Peran etis dari PBB pada tahun 1968 selama apa yang disebut " Act of Free Choice " adalah fakta perebutan hak politik dn  sebuah bagian kecil dari populasi Papua Barat dipaksa untuk menerima aturan Indonesia , perlu ditinjau kembali .

19 September 2013

Velix Wagai: Gubernur Papua Harus Belajar Banyak Kebijakan Publik

Staf Khusus SBY Velix Wanggai
Jakarta, (CARE) – Staf khusus Presiden, Velix Wanggai, meminta kepada Gubernur Papua Lukas Enembe S.IP, harus belajar banyak tentang etika kebijakan public, sebab kebijakan yang diambil Gubernur Papua tidak sesuai dengan keinginan Rakyat Papua saat ini.

Kepada Cahayareformasi.com  Velix mengatakan, Kebijakan Lukas Enembe tanpa melihal kondisi rakyat papua bahkan keinginan Rakyat,”Ujar Velix, saat jumpai media ini, di Grand Hotel Indonesia, Jakarta Pusat,  Kamis,(19/9/13),

“Sungguh, saya sebagai Staf Presiden sangat kesal dengan tindakan-tindakan sudarah Lukas Enembe yang tidak produktif, tujuan Lukas hanya mengorbankan Rakyat Papua yang tak bersalah,”Tegasnya.

Jika hal ini terus terjadi, Otonomi Khusus plus tidak akan berjalan maksimal dan Rakyat mengatakan Otonomi Khusus Gagal. Sebenarnya, yang mengagalkan Otonomi itu para pemimpin-pemimpin Papua yang tidak produktif dalam kepemimpinan. 

Maka saya minta kepada sudara Lukas Enembe harus berpikir professional dalam mengambil kebijakan di Tanah Papua.

18 September 2013

3 Pertanyaan Yang Membuktikan Muhammad Nabi Palsu

Ditulis oleh:

Pada zaman dahulu ada seorang raja di Babilonia, penguasa dunia, bermimpi. Karena ingin tahu arti mimpinya Raja itu memanggil para cendikiawan istana (orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim). Raja itu begitu cerdik sehingga dia menanyakan arti mimpinya terlebih dahulu TANPA menceritakan mimpinya. Tentu saja mimpi raja tidak bisa diartikan. Raja berpikir jika apa yang diimpikannya saja tidak bisa diceritakan, bagaimana mungkin para penafsir mimpi bisa meng-klaim bahwa mereka mampu menafsirkan arti mimpinya.

Singkat cerita raja begitu marah sehingga para cendikiawan itu akan dipenggal kepalanya dan rumah mereka pun akan dihancurkan.

28 Agustus 2013

Minuman Kaleng wine dari Korea dibuat dari kotoran manusia!

Ttongsul wine beras kotoran manusia. ©vice.com
Minuman keras seperti wine asal Korea Selatan yang disebut Ttongsul biasanya dibuat dari anggur atau beras. Namun kali ini lain. yang satu ini berbeda. Ttongsul yang digunakan untuk obat ini dibuat dari kotoran manusia!

Konon, resep untuk membuat Ttongsul telah berkembang dan berubah-ubah dari zaman ke zaman. Namun sebuah video memperlihatkan bagaimana kini Ttongsul dibuat menggunakan bahan yang di luar dugaan, yaitu kotoran anak-anak yang difermentasikan. Minuman ini pun dipercaya bisa menyembuhkan segala penyakit, mulai dari epilepsi, patah tulang, hingga luka pada kulit.

Resep dan tradisi membuat Ttongsul ini dipercaya telah mati sejak tahun 1960-an dan tak ada orang yang bisa membuatnya. Namun seorang reporter dari VICE berusaha melacak keberadaan dokter tradisional Korea yang diklaim sebagai orang terakhir yang tahu caranya membuat 'wine kotoran' ini. Pria tersebut bernama Dr Lee Chang Soo.

Dr Chang Soo juga menggunakan berbagai macam kotoran binatang dalam resepnya, mulai dari kotoran kelelawar hingga kotoran ayam untuk mengatasi masalah pencernaan. Meski begitu, saat ini resep tersebut sudah jarang digunakan. Meski menggunakan kotoran manusia, namun Dr Chang Soo mengklaim bahwa obat yang dibuatnya tidak berbau.

"Aku merasa sedih karena sat ini kotoran manusia sudah tak lagi digunakan sebagai obat," ungkap Dr Chang Soo pada koresponden VICE, seperti dilansir oleh Daily Mail (20/08).

Untuk membuat anggur yang mengandung sembilan persen alkohol ini, Dr Chang Soo menggunakan kotoran anak berusia di bawah enam tahun. Minuman ini juga dibuat dengan melakukan fermentasi pada air yang sudah dicampur dengan kotoran anak. Sebelum bisa diminum, wine ini harus dibiarkan selama beberapa minggu dengan suhu yang tinggi.

Dr Chang Soo menjelaskan bahwa rasanya mungkin sedikit asam dan menawarkan jurnalis VICE untuk mencoba merasakannya.

"Rasanya seperti wine beras biasa, namun ketika aku mencoba bernapas, baunya seperti kotoran," ungkap jurnalis VICE setelah mencobanya.

Kebanyakan masyarakat Korea tak mengetahui bahwa minuman tradisional ini masih ada. Namun dengan laporan VICE tersebut, mereka mengetahui bahwa wine beras yang bisa digunakan sebagai obat dan mengandung kotoran manusia tersebut belum benar-benar punah

26 Agustus 2013

Perempuan Kawin Dua (Dua Laki-Laki Satu Istri)

Photo Ilustrasi
Dua pria di Kenya sepakat untuk berbagi satu istri. Ini untuk mengakhiri pertikaian memperebutkan perempuan yang sama. 

Menurut stasiun berita BBC, dengan mengutip media setempat, kesepakatan itu dibuat secara tertulis oleh dua pria bernama Sylvester Mwendwa dan Elijah Kimani. Sedangkan nama perempuan tidak diungkapkan karena permintaan yang bersangkutan.

Janda dengan dua anak itu diketahui menjalin hubungan asmara, baik dengan Mwendwa dan Kimani di Kota Mombasa selama lebih dari empat tahun. Dia tidak mau memilih salah satu, ungkap harian lokal Daily Nation.

Demi menghindari kecemburuan dari salah satu pria, yang dinilai bisa berakibat konflik yang fatal, diputuskan bahwa dua pria itu akan menikahi perempuan yang sama. Solusi itu ditawarkan oleh pengurus komunitas setempat, Adhalah Abdulrahman.

Menurut perjanjian tertulis kedua pria, disepakati bahwa mereka akan berbagi tugas sebagai suami. Salah satu dari kedua suami harus bergiliran tinggal di rumah menemani istri mereka dan semua pihak juga wajib menafkahi anak-anak  yang sudah dibesarkan janda itu.

Bila terwujud, ini akan menjadi pernikahan poliandri, yang mana perempuan memiliki lebih dari satu suami. Namun kalangan pengamat hukum setempat menilai bahwa pernikahan tiga mempelai itu akan sah secara hukum bila mereka bisa membuktikan bahwa poliandri  sudah menjadi tradisi wilayah mereka.

Seorang pengacara bernama Judy Thongori mengungkapkan bahwa pernikahan itu bisa terlaksana karena hukum di Kenya tidak secara spesifik melarang praktik poliandri.

"Pertanyaannya adalah apakah orang-orang berasal dari masyarakat yang lumrah mempraktikkan poliandri," kata Thongori. 

Di Kenya, yang sering terjadi adalah praktik poligami, yang mana seorang suami punya lebih dari satu istri. Poliandri langka terdengar.

25 Agustus 2013

Photo: Presiden Timor Leste Blusukan ke Pedalaman Jalan Kaki

menyusuri bukit - Kalau Gubernur DKI Jakarta, Indonesia Jokowi blusukan di kawasan kumuh untuk menemui warganya. Di Timor Leste juga demikian, yang dilakukan oleh Presiden Taur Matan Ruak. 
Inilah gaya Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Taur Matan Ruak saat mengunjungi warganya yang tinggal di pedalaman. Maklum banyak pemukiman warga di pedalaman Timor Leste tidak bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor. 
Terpaksa Presiden harus berjalan kaki berhari-hari untuk mengunjungi warganya pada 17-19 Agustus 2013 silam. Timor Leste yang memiliki penduduk sekitar 1,1 juta orang ini, kini sedang membangun berbagai fasilitas umum seperti jalan, pelabuhan bandara dan tempat wisata. Mantan panglima gerilyawan di Timor Leste ini, tentu sesuatu hal yang biasa jika harus blusukan keluar masuk bukit yang terjal untuk menyapa warganya. 
Inilah foto-foto perjalanan Presiden negara bekas jajahan Indonesia, Taur Matan Ruak yang diabadikan oleh fotografer kepresidenan Timor Leste. PRESIDENCIA DA REPUBLICA DE TIMOR LESTE 









Kamis, 22 Agustus 2013 | 19:25 | Sumber: kepresidenan timor leste | Editor: Dodo Hawe
 
 

22 Agustus 2013

Amerika Belum Pastikan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

Para korban serangan udara Pemerintah Berkuasa Suriah, Rabu (21/8/2013) dini hari. Tak terlihat darah pada para korban tewas ini. - / SHAAM NEWS NETWORK / AFP | - / SHAAM NEWS NETWORK / AFP

Pemerintah Amerika Serikat, Kamis (22/8/2013), menyatakan belum dapat menentukan apakah rezim penguasa Suriah menggunakan senjata kimia yang diduga menewaskan ratusan warganya pada Rabu (21/8/2013) dini hari.
Berita yang dikutip dari AFP Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Jen Psaki, mengatakan bahwa Presiden Barack Obama telah mengarahkan intelijen AS untuk mengumpulkan informasi tentang serangan yang dilaporkan terjadi di dekat Damaskus itu.

01 Agustus 2013

PM Vanuatu KALOSIL'S: West Papua Bagian Agenda Prioritas utama

Perjuangan Papua Barat untuk kemerdekaan telah menemukan pendukung di Vanuatu terbaru Perdana Menteri Moana Karkas Kalosil.

Para politisi kelahiran Tahiti tapi naturalisasi warga negara Vanuatu tidak hanya mendorong untuk mendapatkan provinsi Indonesia untuk diakui sebagai anggota kuat Melanesia Spearhead Group (MSG), ia juga diarahkan wakil menteri luar negeri dan Edward Natapei untuk meninjau bantuan bantuan persetujuannya pendahulunya menandatangani dengan Indonesia. Jika dia memiliki cara, Kalosil tidak akan mengulur waktu dengan menelepon untuk meninjau kembali perjanjian itu, dia akan kalengan pada hari pertamanya di kantor.

Dalam sebuah wawancara dengan ISLANDS BISNIS pada kunjungan terakhir ke Fiji, pemimpin Vanuatu mengakui ia menjalankan sebuah pemerintahan koalisi dan akan perlu untuk berhati-hati dari pandangan dari kelompok lain yang membentuk kabinetnya. "Indonesia adalah negara kuat besar yang dapat membantu perekonomian kita," kata Kalosil.

Wiranto Bantah Terlibat Kasus DOM di Aceh

Conflik Aceh
Jakarta,-- Ketua Umum Partai Hanura Wiranto membantah dirinya terlibat dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), seperti kasus Aceh dan juga penculikan yang dilakukan tentara.
Saat disinggung soal tudingan tersebut, pensiunan Jenderal bintang empat itu mengaku aneh dituduh terlibat dalam kasus pelanggaran HAM, karena ia justru merupakan orang yang tidak setuju dan mengupayakan dihentikannya tindakan-tindakan tersebut.
"Termasuk juga masalah Aceh, banyak yang bilang saya melanggar HAM di Aceh, disana ada operasi jaring merah yang sejak 1987 memberantas Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) Aceh, disana mereka menyebutnya gerakan kemerdekaan, itu semua jadi korban, baik TNI, GPK, maupun rakyat Aceh," ujar Wiranto di Jakarta, Rabu (31/7/2013) malam.
Ketika ia kemudian menjadi Pangab, Wiranto mengatakan dirinya kemudian melakukan dialog dengan rakyat Aceh untuk mencari tahu penyebab rakyat Aceh terus mengangkat senjata.
Saat itu rakyat Aceh balik bertanya, kenapa tentara mengejar-ngejar mereka, padahal rakyat Aceh pada awal kemerdekaan dengan sukarela menyerahkan harta benda mereka untuk membantu pemerintah RI membeli pesawat pertama, kenapa sekarang mereka justru dicurigai.
"Karena itu saat saya dilantik jadi Pangab, saya izin ke Presiden Habibie untuk pergi ke Aceh dan mencabut status DOM, waktu saya umumkan itu secara langsung rakyat Aceh begitu gembira dan histeris sampai saya mau dijadikan orang keramat oleh mereka," ujarnya.
"Saya cabut DOM, dengan menarik pasukan yang bukan organik aceh. Lalu kemudian tiba-tiba pada pilpres 2004 dan 2009 saya adalah tokoh pelanggar HAM di aceh, bagaimana ini coba, tapi ya saya terima kasih saja," tambah Wiranto.
Begitu juga dengan tindakan penculikan aktivis oleh tentara, ia juga mengaku tidak tahu karena gerakannya tidak dilaporkan ke atas. Ia mengakui adanya aksi tersebut, namun ia menyebut dirinya adalah orang yang paling gencar meminta dan mengupayakan kasus tersebut dibongkar.
"Hal itu (penculikan) tidak sesuai dengan pemikiran saya, saya justru mendorong untuk membongkar dan mengambil tindakan ke pelaku penculikan, lalu saya tanya saya terlibat dimana?" ujar Wiranto.

"Saya tidak membela diri, saya hanya nyatakan kenyataannya," tandasnya.

Kegalan Otsus Papua, Salah Siapa?

Jayapura,-- Undang-Undang nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua diberikan oleh Pemerintah Indonesia sebagai konsekuensi atau jawaban dari tuntutan rakyat papua untuk keluar dari indonesia (Merdeka). Undang-undang di jaman Ibu Megawati itu disusun sedemian rupa untuk memproteksi rakyat papua agar keluar dari belenggu penjajahan dan ketertingalan dari selama kepemimpinan otoriter Suharto.

Di hitung dari 2001 sampai 2013 telah memasuki usia 13 tahun, dan baru saja melakukan degar pendapat atau evaluasi Otsus papua.

Dari 40 kabupaten/kota Papua dan Barat tersebut yang merupakan keterwakilan orang asli Papua menghasilkan beberapa rumusan sementara yakni pertama bahwa undang-undang nomor 21 tahun 2001 dalam implementasi dan aparatur pemerintahan bagi pemerintah Pusat, pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat serta Kabupaten/kota dalam pelaksanaannya telah gagal.

Kedua Isi undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus, berdasarkan penilain dan pandangan dari keterwakilan orang asli Papua terhadap undang-undang Otsus dapat diidentifikasi timbul permasalahan yang kompleks dan mandasar bagi sektor yang strategis bagi pelaksanaan Otsus Papua dan Papua Barat yakni pertama sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, kependudukan dan ketenaga kerjaan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, sektor kesejahtaan sosial, kegaaman, kebudayaan dan adat istiadat, hak asazi manusia,  politik dan pemerintahan, pengawasan, hukum dan sektor keuangan.

Ketiga rekomendasi pertama membuka ruang untuk dilakukan dialog antara rakyat Papua dengan pemerintah Pusat yang dimediasi oleh pihak yang netral dan dilaksanakan pada tempat yang netral pula dan keempat undang-undang nomor 21 tahun 2001 sebagaimana dimuat undang-undang nomor 35 tahun 2008 tentang Otsus bagi Papua dan Papua Barat di rekonstruksi sesudah melakukan tahap lain yang disebut dialog Jakarta-Papua.

Ketua MRP Timotius Murib menegaskan, hasil rapat dengar pendapat yang telah dirumuskan dalam rumusan sementara akan ditindaklanjuti sebagaiman mestinya.

“Hasil rumusan dengar pendapatn ini akan dirampungkan secepatnya dan selanjutnya akan ditetapkan dalam keputusan MRP melalui rapat pleno MRP,”Kata Timotius Murib.

Hal dilakukan agar ada legitimasi atas hasil telah dicapai bersama melalui rapat dengar pendapat, namun demikian Timotius Murib kembali menegaskan bahwa MRP tidak akan menghilangkan sedikitpun dari apa yang telah disampaikan dalam forum dengat pendapat dari para perwakilan orang asli Papua se- Tanah Papua.

Selanjutnya, hasil rumusan dan rekomendasi yang telah dicapai dalam forum denga pendapat yang dilalakukan selama tiga ini akan disampaikan kepada semua pihak yakni akan disampaikan kepada pemerintah Pusat, pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat yang ditujukan kepada MRP dan akan memperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Dikatakannya, semua pihak yang hadir telah sepakat bahwa dalam menanggapi atau merespon berbagai permasalahan yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan Otsus Papua dan Papua Barat hendaknya ditempuh dengan cara yang bermartabat dengan berupaya sedapat mungkin untuk menghindari atau mencegah cara-cara yang tidak bermartabat yang justru akan merugikan masyarakat Papua terutama orang asli Papua sendiri.

Timotius Murib menghimbau kepada masyarakat Papua dan orang asli Papua agar dalam menghadapi dan menanggapi berbagai permasalahan yang timbul dalam masyarakat hendaknya bersikap kritis akan tetapi bertindak rasional dan obyektif dengan menempuh cara-cara yang bermartabat.
Jadi siapa yang salah dan siapa yang benar atas pelaksanaan dan implementasi yang isinya triliunan uang rakyat itu. Apakah salahnya Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah kab.kota ataukah salahnya orang papua.

29 Juli 2013

Pendekatan Dialog Melembagakan HAM DI ASEAN

The ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) mungkin telah memasuki tahun keempat, tetapi keberhasilannya sebagai badan HAM regional dapat diperdebatkan, karena kegiatan rumah tangga dan kurangnya mandat perlindungan.

AICHR melakukan upaya untuk mengatur norma-norma hak asasi manusia di wilayah tersebut melalui Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN pada tahun 2012. Namun, sementara isi dari deklarasi menerima berbagai tanggapan, seseorang harus tahu bahwa menyimpulkan deklarasi dalam waktu yang relatif singkat - tiga tahun - itu bukan tugas yang mudah, mengingat keanekaragaman ASEAN sebagai suatu wilayah. Namun, bahkan ini tidak bisa berhenti AICHR dari datang di bawah api.

AICHR baru-baru ini terlibat dalam berbagai kegiatan yang fokus pada keadaan hak asasi manusia di negara anggota tertentu. Pada tanggal 25 Juni 2013, dialog HAM antara pemerintah Indonesia dan AICHR diadakan di Sekretariat ASEAN di Jakarta. Dialog ini berfokus pada isu-isu hak asasi manusia di Indonesia dan pemerintah akan menggunakan hasil dari dialog untuk meningkatkan promosi hak asasi manusia.

Ayat 4.10 pada Terms of Reference mandat AICHR komisi untuk mendapatkan informasi dari negara-negara anggota pada promosi dan perlindungan hak asasi manusia. Dialog AICHR dengan pemerintah Indonesia, oleh karena itu, sejalan dengan semangat ketentuan ini. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa dialog ini dilakukan secara sukarela oleh pemerintah Indonesia.

Sementara AICHR telah dikritik karena eksklusivitas, kegiatan semacam ini telah terbukti sebaliknya. AICHR mampu membahas situasi HAM di negara anggota tertentu secara terbuka.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah AICHR harus mengadakan dialog dengan negara anggota individu secara teratur. Dengan keterbatasan mandatnya, AICHR harus mempertimbangkan dialog biasa. Mengingat universalitas hak asasi manusia, tantangan yang tidak dapat dihindari, termasuk negara-negara anggota ASEAN. Oleh karena itu, AICHR sebagai badan HAM regional harus memainkan peran dalam membantu negara-negara anggota untuk meningkatkan pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia di negara masing-masing.

Ada beberapa pertimbangan untuk mendukung kegiatan semacam ini. Pertama, dengan melakukan dialog dengan negara anggota, AICHR dapat mengidentifikasi tantangan hak asasi manusia di tanah, yang akan memberikan informasi yang berharga bagi AICHR untuk mengatur strategi dalam memajukan dan menegakkan hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Kedua, dialog membuktikan AICHR mengimplementasikan perannya sebagai badan konsultatif, yang memungkinkan AICHR untuk berbagi pandangan kepada negara-negara anggota. Karena dialog ini bukan pengadilan, tidak akan ada penghakiman, dan hasil dari kegiatan ini dapat menjadi pelajaran-belajar, asalkan AICHR akan memberikan masukan atau pengamatan isu-isu tertentu.

Ketiga, dialog akan mempercepat proses pembangunan kepercayaan di antara negara-negara anggota untuk berbagi praktek-praktek nasional mereka dan pengalaman: dengan tujuan umum untuk meningkatkan promosi dan perlindungan hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Sebagai Komunitas ASEAN meningkatkan link antara negara-negara anggota, dialog hak asasi manusia dengan negara anggota akan meningkatkan situasi hak asasi manusia regional.

Terakhir, dialog ini sepenuhnya sesuai dengan tujuan dan prinsip ASEAN ditetapkan dalam Piagam ASEAN. Sementara dialog ini akan mendukung realisasi promosi dan perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan fundamental sebagai salah satu tujuan ASEAN, dialog ini juga sesuai dengan prinsip non-interferensi karena dialog ini dilakukan berdasarkan pada negara secara sukarela.

Tentu saja dialog ini tidak akan menyelesaikan semua tantangan hak asasi manusia sekaligus, setidaknya pelembagaan kegiatan ini akan membantu AICHR untuk meningkatkan perannya di kawasan itu, dan memberikan suatu mekanisme tambahan untuk negara-negara anggota untuk menyalurkan diri untuk AICHR sebagai badan HAM ASEAN .

Setelah dialog HAM dengan pemerintah Indonesia, banyak kegiatan yang diharapkan untuk mengikuti. Terserah AICHR untuk mengambil kesempatan ini untuk menjadi badan lebih efektif dalam memberikan mandatnya. Sebagai badan HAM regional dengan tanggung jawab untuk promosi dan perlindungan hak-hak lebih dari 500 juta orang di ASEAN, harapan AICHR tidak akan pernah padam.

Dialog HAM yang diselenggarakan minggu lalu hanya satu aspek tantangan AICHR, sebagai kemajuan realisasi Komunitas ASEAN 2015 berlangsung, rakyat ASEAN perlu AICHR kuat dan lebih efektif untuk mengatasi tantangan.

Adalah penting bahwa AICHR berkembang agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai pepatah Latin yang terkenal berbunyi: "suara rakyat adalah suara Tuhan", tapi ketika AICHR mengakomodasi suara orang, hanya waktu yang akan memberitahu.

Penulis kepala bagian hak asasi manusia di Direktorat Keamanan ASEAN Kerjasama Politik dan Kementerian Luar Negeri. Pandangan yang dikemukakan adalah sendiri.
Published: The Jakarta Post

26 Juli 2013

British government concerned about situation in West Papua


Lord Harries opened the session
Lord Harries opened the session


The British government was questioned in the House of Lords last night about the ongoing crisis in West Papua. Baroness Warsi, speaking for the British government recognised that “the events surrounding the 1969 Act of free Choice continue to be a controversy”, whilst Lord Avebury suggested that Indonesian President SBY “should be invited to the UK in September 2014 ( for the referendum on self- determination in Scotland) so that he can see how we deal with demands for self-determination in this country”. Baroness Warsi said in her closing statement that “We all agree that the situation in Papua is of concern”.

The full transcript of the session can be accessed through a link at the end of this report.

Report

Lord Harries of Pentregarth, former Bishop of Oxford opened the session by stating, “My Lords, violations of basic human rights in West Papua are not only continuing but becoming more frequent. In 2012-13 there were numerous incidents of West Papuans being shot, arrested and tortured simply for taking part in peaceful demonstrations. 

Leaders of the West Papua National Committee—the KNPB—are particularly targeted. To give just one example, at a peaceful demonstration on 1 May this year, three Papuans were shot—killings which were rightly condemned by both the UN High Commissioner for Human Rights, Navi Pillay, and Amnesty International. A list of 30 such incidents involving arrests for peaceful protests in just two weeks in April and May this year was sent to the OHCHR in Geneva by TAPOL on behalf of eight international organisations concerned with West Papua.”

He continued, “The truth cannot be hidden forever. The 1962 New York agreement signed between the Netherlands, Indonesia and the United Nations guaranteed an “act of self-determination” for the people of West Papua. In 1969 that so-called Act of Free Choice took place.” Lord Harries then quoted Baroness, Lady Symons of Vernham Dean, who on behalf of the British government admitted on December 13th 2004 that, “there were 1,000 handpicked representatives and that they were largely coerced into declaring for inclusion in Indonesia”.

Lord Harries further continued, “Given that the former UN Under-Secretary-General, Chakravarthi Narasimhan, admitted publicly in 2004 that the 1969 so-called Act of Free Choice was in effect a sham, will the Government join with International Parliamentarians for West Papua and International Lawyers for West Papua in asking the UN to conduct an inquiry into what happened in 1969 and then to instigate a referendum on the issue in West Papua itself?

Lord Harries added, “Given the 2010/11 referendum on self-determination in South Sudan and the upcoming referendums on independence in New Caledonia—Kanaky, Bougainville and Scotland, and bearing in mind what happened in East Timor, would it not be prudent, as well as absolutely right, to press for a true, internationally monitored referendum? This issue is certainly not going to go away, however much the Indonesian Government might wish that it would.”

25 Juli 2013

Pacific Freedom kutuk penyitaan media Papua

Kepolisian Papua dilaporkan mengambil enam salinan majalah baru Pelita Papua dari kantor publikasi untuk diperiksa

Sampul edisi pertama majalah itu menggambarkan symbol Gerakan Papua Merdeka yang dilarang di Papua.
Kepolisian mengklaim  tindakan mereka bukan sebuah upaya untuk melarang penerbitan media itu.

Ketua Forum Pacific Freedom, Titi Gabi, kepada Radio Australia mengatakan, organisasinya mendukung kritik Dewan Pers Indonesia untuk memprotes aksi Kepolisian.

“Sikap kami bersama kolega di Indonesia yang mengutuk hal tersebut,” ujarnya.

Forum Pacific Freedom juga menyerukan agar Pemerintah Indonesia memfasilitasi keberatan mereka dan mendukung kebebasan berekspresi.

More on this category »