26 Mei 2013

Nilai demokrasi Indonesia gagal


Jakarta,-- Ekonom Rizal Ramli mengatakan, demokrasi di Indonesia mencapai kegagalan. Hal ini dikarenakan data Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang menyebutkan angka kemiskinan di Indonesia sejak tahun 1999-2012, tidak pernah mengalami penurunan yang drastis.

"Demokrasi telah gagal, angka kemiskinan sampai saat ini masih tinggi, begitupun dengan angka kesenjangan sosial," ujar Rizal dalam acara 'bedah capres 2014: siapa reformis, siapa tidak?' di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2013).

Data dari LPI menyebutkan pada tahun 1999 angka kemiskinan di Indonesia mencapai 23,4 persen, lalu pada tahun 2002 angka kemiskinan menurun menjadi 18,2 persen. Sejak tahun 2002-2005 angka kemiskinan hanya turun tidak lebih dari 2 persen. Begitupun seterusnya sampai di tahun 2013.

Menurut Rizal, ini adalah bukti demokrasi di Indonesia telah gagal mencapai cita-citanya. Selain angka kemiskinan, angka pengangguran pun masih cukup tinggi.
Dan  menurut, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengatakan saat ini demokrasi di Indonesia mengalami kemerosotan yang sangat tajam.

Berdasarkan data yang dimilikinya, sejak tahun 1972 hingga tahun 1998, sistem demokrasi di Indonesia mendapatkan nilai 5 dari 6 nilai yang berarti sedang berada di posisi terbaiknya. Namun, pada tahun 1995 sampai tahun 2005, sistem demokrasi di Indonesia mendapatkan nilai 3,5 yang artinya akan mengalami keterpurukan. 

Selanjutnya, pada tahun 2006 hingga tahun 2013 sistem demokrasi di Indonesia hanya mendapatkan nilai 2,5. Ini artinya sistem demokrasi di Indonesia sudah merosot cukup tajam sejak dimulainya sistem demokrasi yakni pada tahun 1972.

"Sistem demokrasi kita sedang merosot tajam saat ini," ujar Boni setelah acara 'bedah capres 2014: siapa reformis, siapa tidak?' Di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2013).

Seperti yang diketahui, beberapa hari lalu genap 15 tahun reformasi Indonesia. Namun, sampai saat ini masih belum banyak terjadi perubahan yang berarti untuk kemajuan bangsa Indonesia. 

Sebagai lembaga riset yang menggunakan metodologi evaluation approach, LPI mengatakan sampai saat ini masih sangat sedikit tokoh-tokoh yang mengedepankan nilai-nilai reformis.

Begitupun dengan sistem demokrasi di Indonesia, disaat semua negara di dunia sedang berpacu mengedepankan sistem dan nilai-nilai demokrasi, negara Indonesia malah mengalami penurunan sistem demokrasi yang cukup tajam.

0 komentar:

Poskan Komentar

More on this category »